Home » » Peradaban Lembah Sungai Nil

Peradaban Lembah Sungai Nil

Written By Torak Klanaroh on Sunday, 25 August 2013 | 19:54

Peradaban Lembah Sungai Nil 300x193 Peradaban Lembah Sungai NilSungai Nil merupakan sungai terpanjang di dunia, di aliran sungai inilah terdapat peradaban kuno yang terkenal dengan nama peradaban lembah sungai Nil. Lembah sekitar Sungai Nil sangat subur. Di daratan ini, pernah berdiri sebuah peradaban kuno yang termasyhur, yaitu Mesir Kuno. Mesir Kuno adalah kerajaan di Afrika Utara yang kaya dan kuat. Peradaban lembah Sungai Nil atau Mesir Kuno berlangsung selama 3.000 tahun, yaitu dari 3300 SM hingga 30 SM. Sampai hari ini jejak peradaban lembah sungai Nil ini masih ditelusuri dan menjadi cikal bakal tumbuh dan berkembangnya peradaban baru.

Mesir Kuno sebagai salah satu peradaban lembah sungai Nil paling masyhur, memang selalu menarik untuk ditelusuri, diperbincangkan dan diabadikan dalam bentuk media apapun. Kemasyhuran peradaban lembah sungai Nil yang bernama Mesir Kuno tidak hanya mengenai Sphinx. Namun demikian membicarakan salah satu peninggalan Mesir Kuno ini memang tidak akan ada habisnya. Sphinx sebagai peninggalan peradaban lembah Sungai Nil, selalu mengundang decak kagum sehingga tidak mengherankan bila menjadi salah satu keajaiban dunia. Bagaimana membangun patung berkapala Singa tersebut, dari bahan apa, bagaimana mendesainnya, apakah pada saat peradaban lembah Sungai Nil ini ada, telah ada pula para pematung, para desainer ? Pertanyaan-pertanyaan itu akan mengemuka ketika siapapun menatap langsung salah satu keajaiban dunia yang terdapat di Mesir tersebut.

Kekaguman terhadap peninggalan peradaban lembah sungai Nil akan semakin mengemuka seperti juga kekaguman bangsa Indonesia terhadap Candi Borobudur, terutama kalau dihubungkan dengan tingkat penguasaan teknologi pada jaman itu. Bayangkan saja bisa menghasilkan karya monumental yang tetap bisa bertahan selama ratusan tahun, padahal masa itu belum ditemukan teknologi tinggi. Bahkan ketika proses restorasi dilakukan oleh orang jaman sekarang dengan penguasaan teknologi tinggi, ternyata butuh waktu lama. Dari sisi ini saja kita bisa membayangkan berapa lama pembuatan patung Sphinx tersebut misalnya.

Peradaban lembah sungai Nil menjadi cikal bakal peradaban Mesir selanjutnya, yang sekarang menjadi salah satu tempat Universitas terbaik di dunia. Mesir telah pula banyak menghasilkan pejuang Islam dan para penghafal al-Qur’an, salah satunya adalah gadis belia bernama Baraah Sameh yang di usia belia, gadis kecil ini harus yatim piatu. Ayahnya seorang dokter, meninggal di hadapan Baraah pada saat akan menengok mamanya yang sedang terkapar tak berdaya akibat serangan penyakit kanker. Pada suatu hari Baraah juga didiagnosa menderita penyakit kanker ketika sang ibu meninggal dunia. Sebagai penghafal al-Qur’an, gadis kecil ini terus menghafal tidak peduli dengan kedua orang tua yang meninggal dunia dan kesabaran dalam menghadapi penyakitnya sendiri. Ketika ditanya seorang wartawan, gadis kecil itu malah menjawab “alhamdulillah saya menderita kanker, karenanya akan cepat ketemu dengan baba dan mama di surga”. Kesabaran dan ketabahan Baraah itulah yang membuat tim dokter tercengang, dan seorang pengusaha dermawan asal Arab Saudi tergerak untuk menanggung biaya pengobatan Baraah sampai harus diterbangkan ke Rumah Sakit Kanker di London, Inggris. Kisah hidupnya ini diangkat ke dalam sebuah novel dengan judul “Air Mata Surga” yang ditulis oleh novelis Indonesia, E. Rokajat Asura.

Kehidupan Mesir Kuno

Wilayah Mesir Kuno membentang sepanjang 1.100km arah selatan Laut Mediterania. Sebagian besar wilayah Mesir Kuno berupa gurun panas, kering, dan berdebu. Bangsa Mesir menyebut wilayah mereka Deshret (daratan merah). Bangsa Mesir menyebut daerah tepi sungai sebagai Kemet (daratan hitam).

Mesir sering disebut dengan “hadiah Sungai Nil”. Kehidupan Mesir Kuno bergantung pada sungai. Petani menggali parit untuk mengalirkan air sungai ke ladang. Bangsa Mesir Kuno membangun rumah dari lumpur yang telah dikeringkan. Perajin menghasilkan berbagai tembikar dari lumpur Sungai Nil. Mereka pun membuat pakaian dari tumbuhan rami yang terdapat di sepanjang sungai. Sungai Nil benar-benar menjadi berkah, tidak saja memberi kehidupan bagi masyarakat tapi juga telah melahirkan peradaban lembah sungai Nil yang terkenal dan bernama Mesir Kuno.

Kebudayaan Mesir Kuno

Bangsa Mesir Kuno mempercayai sihir. Mereka juga memiliki banyak dewa. Bangsa Mesir Kuno membangun kuil dan patung untuk dewa. Patung paling terkenal adalah patung Sphinx di Giza. Patung besar ini berwujud badan singa dengan kepala manusia. Hingga kini, Sphinx menjadi tujuan wisata Mesir. Sebuah peninggalan peradaban kuni dari peradaban lembah sungai Nil yang membuat mata siapapun terbalalak. Sungguh sebuah kaya monumental yang berhasil dibuat oleh masyarakat berperadaban kuno. Bagi siapa saja yang bisa menyaksikannya bisa menjadi inspirasi, kalau masyarakat Mesir Kuno bisa menghasilkan karya monumental padahal mereka tidak dibekali penguasaan teknologi, masak iya dengan manusia jaman sekarang yang telah dibekali berbagai kemudahan dan penguasaan teknologi, tidak menghasilkan karya yang monumental, miniman monumental untuk dirinya sendiri.

Mesir Kuno memiliki sistem penulisan yang terkenal dengan sebutan hieroglyph. Bentuk tulisan ini menyerupai kolom-kolom dengan gambar-gambar kecil. Para penulis menulis hieroglyph di papirus, semacam kertas yang terbuat dari daun lontar. Papirus berisi puisi, lagu, cerita, matematika, sains, dan astronomi. Dari peradaban lembah sungai Nil pula kemudian lahir ahli-ahli di berbagai bidang yang terus menular sampai jaman modern sekarang ini.

Raja Mesir dikenal dengan sebutan pharaoh. Bangsa Mesir menganggap pharaoh sebagai anak dewa. Pharaoh adalah penghubung antara surga dan bumi. Pharaoh biasanya merupakan pendeta, pembuat undang-undang, atau komandan tentara di kerajaan.

Pharaoh membuat perjanjian dan mengontrol perdagangan dengan kerajaan lain. Seluruh bangsa Mesir Kuno harus membayar pajak untuk pharaoh atau bekerja untuk proyek mereka. Beberapa pharaoh memiliki piramid yang mewah. Piramid merupakan makam batu berukuran sangat besar.

Bangsa Mesir Kuno mempercayai bahwa tubuh harus tetap utuh setelah mereka mati. Tubuh seseorang yang meninggal akan diawetkan menjadi mumi. Mumi diawetkan, dikeringkan, dan dibungkus dengan kain. Dengan perlakuan itu, mereka berharap roh tetap hidup.

Mumi pharaoh ditempatkan dalam sebuah piramid atau makam besar yang dikelilingi oleh harta semasa hidupnya. Mereka menganggap harta itu dapat digunakan untuk kehidupan sesudah mati.

Akhir Mesir Kuno

Peradaban Mesir Kuno yang kaya menarik perhatian para penjajah. Namun, peradaban Mesir Kuno mampu bertahan selama beribu-ribu tahun. Pada 30 SM, pharaoh Mesir Kuno yang terakhir, Ratu Cleopatra, memilih bunuh diri daripada menyerah kepada Romawi.

Hingga kini, beberapa mumi masih terawat baik. Mumi- mumi tersebut disimpan di museum. Peninggalan kebudayaan Mesir Kuno, seperti monumen dan piramid, masih berdiri kokoh hingga kini. Luar biasa memang. Artinya peradaban lembah sungai Nil yang dikenal dengan Mesir Kuno itu pada ratusan tahun yang lalu telah berhasil menemukan cara mengawetkan mayat dengan sempurna. Padahal sekali lagi penguasaan teknologi termasuk juga ilmu kimiawi, tentu saja belum berkembang seperti sekarang ini.

Peradaban Lembah Sungai Nil

Semakin ditelusuri peradaban lembah sungai Nil, semakin memunculkan kekaguman, seperti juga setiap menelusuri aliran sungai Nil, selalu menyisakan decak kagum. Di sepanjang sungai Nil memang terus berkembang dan lahir berbagai macam peradaban sampai dengan hari ini. Tentu saja masing-masing peradaban itu akan menjadi bahan telaah dan pelajaran bagi generasi berikutnya, seperti juga peradaban lembah sungai Nil Mesir Kuno, yang menjadi bahan telaah dan pelajaran bagi peradaban kita sekarang ini.

Related posts:



sumber : Peradaban Lembah Sungai Nil

0 comments:

Post a Comment